Showing posts with label 3D. Show all posts
Showing posts with label 3D. Show all posts

Tuesday, October 8, 2013

REVIEW: GRAVITY 3D

"Do you dare to live in space?"

Saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang astronot. Membayangkan berkunjung ke luar angkasa saja sudah membuat saya bergidik ngeri. Namun tema yang diangkat Gravity karya Alfonso Cuaron ini berhasil membuat saya penasaran seperti apa sih rasanya hidup di luar angkasa. Saya tidak ingat apakah saya sempat bernafas di beberapa menit awal film, that's just how intense the opening minutes of Gravity are. Visualisasi yang spektakuler berhasil membuat penonton terkesima dengan gambar yang disajikan di layar, sound minim yang sengaja diciptakan pun semakin menambah ketegangan. Lama kelamaan intensitas yang sudah ada dari awal pun semakin terbangun dan membuat anda seakan sesak napas.

Gravity bercerita tentang Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) dan Matt Kowalski (George Clooney). Kowalski adalah seorang astronot veteran yang sudah sering berkunjung ke luar angkasa dan ia sangat menikmati hal itu. Stone adalah seorang ilmuwan yang sedang menjalani misi pertamanya ke luar angkasa untuk mengimplementasikan teknologi temuannya pada Hubble telescope. Lima belas menit pertama dalam film ini kita diperlihatkan apa yang mereka kerjakan di luar angkasa dan setelah itu terdengarlah pesan bahwa misi dibatalkan karena adanya serpihan pecahan pesawat Russia. Suasana menjadi tegang ketika Stone dan Kowalski tidak bisa lagi melakukan komunikasi ke Bumi, pesawat mereka pun hancur, dan mereka mau tidak mau harus mencari cara agar bisa selamat di luar angkasa. Dengan sisa oksigen yang tidak banyak, waktu yang sedikit, mereka berdua harus beradu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa mereka.

Sandra Bullock dan George Clooney menurut saya merupakan pasangan yang pas, chemistry yang terjalin dalam film ini sangat terasa dan masing-masing dari mereka pun memberikan performa akting yang brilian. Karakter masing-masing yang dimainkan juga sepertinya menempel sempurna pada keduanya. Alfonso Cuaron sepertinya paham betul dengan apa yang ia buat kali ini, ia seperti menciptakan sebuah seni berlatar belakang angkasa luar. Indah sekali. Mulai dari movement para pemain, pemandangan bumi dari atas, luar angkasa itu sendiri, sampai pecahan-pecahan puing yang dasyat. Mungkin ada beberapa orang yang tidak terlalu suka menonton film tiga dimensi, but trust me for this one you gotta watch the 3D version. Luar angkasa, adalah latar belakang yang tepat untuk menunjukkan pada penonton bagaimana efek 3D dapat begitu terasa dalam sebuah film serta sensasi menonton yang amat beda.

Terus terang jalan cerita Gravity memang bisa dibilang sangat simple. Saya yakin bagi sebagian orang film ini akan terasa membosankan, I think with this kind of movie it's either you love it or you hate it. Namun menurut saya pribadi, kesuksesan sang sutradara mengemas film ini sedemikian rupa dengan hanya diisi oleh dua aktor merupakan sebuah prestasi yang cemerlang. Ide yang sederhana ini berhasil ia tuangkan menjadi sebuah tontonan berseni. It is very, very, intense. Kudos untuk pengamatan detail Cuaron pada suara yang ada dalam film ini, dimana hal ini semakin menambah ketegangan dalam setiap scene-nya. Gravity surely gave me a whole different cinematic experience.






Friday, July 12, 2013

REVIEW: PACIFIC RIM 3D

"In order to fight monsters, we created monsters of our own."

I went to see Pacific Rim with no expectations at all. I thought, well okay, another Transformers movie which not gonna be as good as Transformers, but hell I was wrong. Tetapi ternyata dengan tidak adanya ekspektasi sama sekali membuat saya sangat menikmati menonton Pacific Rim, meskipun dua teman yang nonton bersama saya ternyata tidak suka, and they're boys. Jadi ya, balik lagi film itu memang tergantung selera orang masing-masing, kebetulan I really enjoyed this movie. I watched it on IMAX 3D and I thought it was a mindblowing experience! The special effects and the robots fighting scenes are really cool, you don't wanna miss it! I think the 3D version is recommended. Jalan cerita sendiri sebetulnya so-so, tidak terlalu istimewa. Tapi trust me, this is one of the great summer movie this year! Jangan ekspektasi tinggi-tinggi, langsung nonton aja. :)

Beberapa tahun dari sekarang, alien's monsters Kaiju yang muncul dari portal dasar laut Pasifik mulai datang menyerang Bumi. Perlahan tapi pasti mereka mulai menghancurkan infrastruktur yang ada dan membunuh manusia yang mereka temui. Negara-negara mulai cemas dan akhirnya mereka memutuskan untuk bekerjasama membuat robot-robot yang diberi nama program Jaeger. Robot Jaeger harus dikendalikan dua orang pilot yang saling bertautan memorinya. Semakin kuat ikatan yang ada antara kedua pilot tersebut, maka semakin baiklah pengendalian robot Jaeger. Raleigh Becket (Charlie Hunnam) merupakan salah satu top Jaeger's pilot. Namun setelah kematian kakaknya, ia memutuskan untuk tidak menjadi pilot lagi. Lima tahun kemudian pimpinan kelompok resistance, Stacker Pentecost (Idris Elba) kembali mencari Raleigh dan mengajaknya ikut dalam pembasmian Kaiju dikarenakan level monster Kaiju yang semakin lama semakin tinggi dan penghancuran yang dilakukan sudah mengarah ke kiamatnya Bumi.

Sejujurnya ketika awal film saya merasa agak aneh dengan film ini, serius nggak; bercanda juga nggak. Namun seiring dengan berjalannya film saya jadi mengerti bahwa Del Toro sengaja membuat Pacific Rim tidak seserius itu! Semua pemain sepertinya sengaja dibuat 'lebay', beberapa scene sengaja dibuat 'cheesy', dan tentu saja adegan pertarungan antar robot dibuat 'wah' sekali! Tidak disangka trik ini berhasil! Overall, saya merasa menonton Pacific Rim seperti sedang bermain sebuah permainan video game yang seru dan membuat kita ingin bertepuk tangan ketika setiap adegan pertempuran selesai. Charlie Hunnam bisa dibilang annoyingly lovable disini; sebel tapi suka. Gimana yah?! :p Idris Elba top lah! Rinko Kikuchi awalnya menurut saya agak 'off' tapi lama-lama saya jadi berfikir, mungkin memang sengaja dibentuk seperti ini karakternya agak sedikit anime. Kehadiran Charlie Day sebagai seorang Dr.Newton Geiszler juga sangat menghibur, begitu juga dengan Ron Perlman as Hannibal Chau. Pokoknya saran saya kalau kalian ingin menonton Pacific Rim adalah 'WHY SO SERIOUS?!'.






Sunday, June 30, 2013

REVIEW: DESPICABLE ME 2 3D

"Bottom? HAHAHAHAHA.."

Who doesn't love minions? I LOVE MINIONS! Sejak pertama kali menonton Despicable Me tahun 2010 kemarin, saya langsung jatuh cinta dengan makhluk kuning super lucu yang ada dalam animasi ini. Buat yang belum baca review yang pertama bisa baca disini. Bukan hanya minions tapi semua karakter dalam Despicable Me memang sangat lovable. Berkat kesuksesan yang tidak disangka, sequelnya tahun ini sudah pasti ditunggu para moviegoers. Berbagai promosi yang ada juga sukses, contohnya Mc.Donalds yang menjual miniatur minions sepaket dengan Happy Meal langsung ludes dalam beberapa hari! Terbukti para pecinta minions memang banyak, termasuk di Indonesia. They are too cute to be true. Saya sendiri sudah tidak sabar menunggu kelanjutan film ini, beruntung lagi-lagi saya bisa menyaksikannya lebih dulu kemarin dalam media screening, versi 3D pula! Bananaaaaaa..!!! Bananaaaaaa..!!!

Kali ini Gru (Steve Carell) sudah sangat berubah semenjak mengadopsi Agnes (Elsie Kate Fisher), Edith (Dana Gaier), dan Margo (Miranda Cosgrove). Ia sudah pensiun dari penjahat dan mulai berbisnis selai dan jelly. Namun tiba-tiba ia kedatangan Lucy Wilde (Kristen Wiig), seorang agent anti penjahat yang ditugaskan oleh atasannya, Silas Ramsbottom (Steve Coogan), untuk mencari Gru dan memaksanya membantu mereka menangkap seorang penjahat baru. Gru pun terpaksa menuruti kemauan mereka karena ia dulu pernah mencuri bulan, meskipun pada akhirnya dikembalikan lagi. Anti-Villain League sengaja mencari Gru karena menurut mereka hanya penjahat lah yang bisa mengerti cara berfikir penjahat lainnya. Akhirnya Gru dibantu dengan Lucy bersama-sama menyamar dan berusaha menerka siapakah penjahat baru ini. Para minions sudah tentu saja ikut andil dalam proses ini!

Despicable Me tidaklah hanya bergantung kepada para minions untuk bisa sukses besar, karakter-karakter lovable dalam yang ada didalamnya memang punya tempat tersendiri di hati para penonton; Gru, Agnes, Edith, Margo, Dr.Nefario, dan sekarang ditambah dengan kehadiran Lucy Wilde. Menurut saya pribadi, Despicable Me 2 lebih lucu bila dibandingkan yang pertama, meskipun dari segi cerita sendiri memang masih lebih bagus yang pertama. Tapi bohong kalau anda tidak buat tertawa di setiap scene, khususnya scene yang melibatkan minions. Ada 2 scene dimana para minions bernyanyi-nyayi unyu dan saya pun dibuat tertawa setengah mati, I laughed my ass out during that scene! Karena tawa ini lah, plot yang sedikit lemah bukanlah sebuah hal yang perlu dibesar-besarkan. Just enjoy it and laugh out loud throughout the film!

Bravo Universal Studios and Illumination Entertainment for bringing us such a great animation! Saya sangat menikmati setiap menit yang saya habiskan menonton film ini. Kekonyolan yang ada didalamnya membuat saya tidak henti mempromosikan film ini ke setiap orang yang bertanya. It's pure entertainment, not only for children but also for adults! Wajib nonton versi 3D ya! Saya sendiri bukanlah orang yang suka menonton film 3D kalau tidak terpaksa, karena entah kenapa memakai kacamata 3D kadang membuat kepala saya pusing, apalagi kalau filmnya tidak worth it untuk disaksikan dalam versi 3D.. Namun Despicable Me adalah sebuah pengecualian. Despicable Me pertama sudah membuat saya ternganga dengan efek 3D super eye-popping, kali ini Despicable Me 2 juga tidak kalah seru ditonton versi 3D-nya. Like the first one, please stay for the end credits for a nice little added after credits scene. Papoyyy!!! :)






Thursday, December 9, 2010

REVIEW: TANGLED 3D






































"I know not who you are, nor how I came to find you, but may I just say... Hi. How you doin'?"

Disney's back with their classic CGI animation! Yayyy! Akhirnya Disney kembali membuat film animasi klasik yang sudah dirindukan banyak orang. Tidak hanya anak kecil saja yang menyukai animasi seperti ini, orang dewasa pun pasti akan terhibur dengan jalan cerita unik, kisah yang manis, lelucon-lelucon lucu, gambar nan indah, serta alunan lagu sepanjang film yang enak didengar. Menurut saya Tangled sukses menyembuhkan kerinduan penonton akan film animasi musikal yang dulu sangat diminati seperti Beauty and the Beast, Cinderella, Snow White, dll. Putri Rapunzel mungkin belum seterkenal Putri Salju, tapi saya yakin karakternya akan gampang disukai anak-anak perempuan. Dengan rambut pirang super panjang, serta wajah cantik dan suara indah, pastinya Putri Rapunzel akan menjadi idola baru.

Pada suatu hari, seorang nenek tua jahat bernama Mother Gothel (Donna Murphy) memiliki tanaman ajaib yang dapat membuatnya tetap terlihat awet muda dan cantik. Namun, tanaman tersebut berhasil ditemukan dan digunakan untuk menyembuhkan sang Ratu dan sihir tersebut meresap ke anaknya yang belum lahir. Gothel lalu mencuri bayi tersebut dan mengangkatnya menjadi anaknya sendiri, memanggilnya dengan nama Rapunzel (Mandy Moore) dan menempatkanya dalam sebuah tempat rahasia dan tidak memperbolehkan Rapunzel meninggalkan tempat tersebut sama sekali. Setiap tahun pada hari ulang tahunnya, orang tua Rapunzel selalu menyalakan lentera dan menerbangkannya ke langit. Rapunzel selalu melihat dari kamarnya dan sangat ingin melihat secara langsung. Pada ulang tahun ke-18, ia meminta izin pada Mother Gothel untuk pergi ke dunia luar, namun tidak diizinkan. Tiba-tiba Flynn Rider (Zachary Levi) tidak sengaja menemukan tempat rahasia Rapunzel saat sedang melarikan diri. Mereka pun berteman dan mempunyai kesepakatan untuk saling membantu satu sama lain sampai akhirnya jatuh cinta.

Sebuah animasi yang sangat baik. Saya menonton versi 3D, akan tetapi menurut saya efek 3D-nya tidak terlalu istimewa. Menonton versi 2D-nya pun rasanya sudah bagus karena memang latar belakang pemandangan dan warna dalam animasi ini indah sekali. Terlebih pada adegan lentera terbang, WOW ~ sangat amat indah! Magical moment! Soundtrack disini juga asik untuk dinikmati apalagi didukung dengan suara Mandy Moore yang merdu. Tangled adalah sebuah animasi yang cocok untuk ditonton anak-anak, tentu saja orang dewasa yang memang menyukai animasi boleh menonton film ini. Beberapa lelucon dan karakter disini; seperti si kuda dan si bunglon, sungguh membuat saya terbahak-bahak. Secara keseluruhan, Disney berhasil membawa kembali nuansa animasi klasik yang sepertinya sekarang sudah mulai terlupakan. Great classic musical animation from Disney! :)





Tuesday, November 2, 2010

REVIEW: MEGAMIND 3D




































"Happy Metro Man day, Metro City!"

Setelah sukses besar dengan 'How to Train Your Dragon' pada awal tahun 2010, kali ini DreamWorks Animation kembali dengan animasi terakhirnya pada penghujung tahun ini, Megamind. Menggandeng para komedian yang terkenal untuk mengisi suara pada karakternya seperti Will Ferrell, Tina Fey, dan Jonah Hill. Tidak ketinggalan aktor kawakan, Brad Pitt yang turut menyumbangkan suara meskipun hanya muncul beberapa menit saja. Ada pula suara Ben Stiller dan Justin Theroux yang turut meramaikan animasi ini. Sang sutradara sendiri, Tom McGrath adalah sutradara yang telah berhasil membuat Madagascar (2005) dan Madagascar 2 (2008). Menurut saya Megamind lumayan berhasil untuk jadi tontonan yang menghibur, akan tetapi karena tahun ini era animasi sedang heboh-hebohnya, entah apakah Megamind mampu melekat dengan baik di hati penonton?

Megamind (Will Ferrell) adalah penjahat yang sangat ingin menaklukkan sebuah kota bernama Metro City. Namun sayang, Metro City sudah mempunyai seorang pahlawan super yang dipuja warga yaitu Metro Men (Brad Pitt). Metro Men dan Megamind sudah saling mengenal sejak kecil dan tentu saja Metro Men selalu berada jauh diatas Megamind dalam hal apapun. Sekarang pun sama, setiap kali ia mencoba merebut Metro City dari Metro Men, usahanya selalu gagal. Namun siapa sangka kalau tiba-tiba usaha Megamind untuk melenyapkan Metro Men berhasil! Tetapi setelah kepergian Metro Men, Megamind malah merasa bosan dan tidak ada tantangan lagi dalam menjalani hidup. Akhirnya Megamind memutuskan untuk membuat dan melatih seorang superhero baru yang ia beri nama, Titan (Jonah Hill). Megamind berharap kehadiran Titan bisa mengisi kekosongan dan kejenuhan dalam hatinya setelah ditinggal Metro Men.

Saya berkesempatan menyaksikan Megamind 3D lebih dulu pada pemutaran perdananya hari Sabtu kemarin. Seru sekali karena screening tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh superhero seperti Hellboy, Batman, Wonder Woman, Ultraman, dll. Sayang saya tidak membawa kamera sehingga tidak bisa mengabadikan momen tersebut. Faktor 3D yang ada disini tidak terlalu spesial, maka bagi anda yang ingin mengirit ongkos nonton yaa tidak perlu menonton versi 3D-nya. Cerita tentang superhero memang selalu menarik untuk ditonton, apalagi kalau yang bisa diterima oleh segala macam usia. Megamind termasuk salah satunya, menurut saya film ini bisa diterima mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Sayang, mulai pertengahan memang intensitas cerita sedikit mengendor dan cenderung dipaksakan sehingga saya merasa bosan dan tidak tertarik lagi untuk mengetahui kelanjutannya. Secara keseluruhan, Megamind tentu bukanlah sebuah animasi yang gagal. Namun jika dibandingkan dengan 'superhero' animasi tahun ini seperti Toy Story 3, Despicable Me, dan How to Train Your Dragon; rasanya Megamind kurang beruntung. :)





Tuesday, October 5, 2010

REVIEW: LEGEND OF THE GUARDIANS: THE OWLS OF GA'HOOLE 3D




































"On his way to finding a legend...he will become one."

Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole diangkat dari buku karangan Kathryn Lasky berjudul Guardians of Ga'Hoole. Ini merupakan film pertama dari trilogi yang sudah direncanakan. Saya menonton versi 3D, karena tentu saja 3D merupakan faktor utama yang dijanjikan film ini. Sang sutradara, Zack Snyder, juga termasuk salah satu faktor yang membuat saya penasaran akan bagaimana jadinya sebuah film animasi di tangan sutradara seperti dirinya. Snyder sudah pernah menyutradarai beberapa film yang lumayan saya sukai, sebut saja Dawn of the Dead (2004), 300 (2006), dan Watchmen (2009). Tahun 2011 mendatang akan ada dua proyek Snyder yang juga patut ditunggu, yaitu Sucker Punch dan sekuel lanjutan 300, Xerxes.

Film animasi ini bercerita tentang dua bersaudara Soren (Jim Sturgess) dan Kludd (Ryan Kwanten), burung hantu muda yang sedang belajar terbang. Tidak disengaja mereka yang sedang berlatih di dahan pohon malah terjatuh ke dasar dan tidak bisa naik kembali keatas. Akibatnya, mereka berdua diculik oleh sekawanan burung hantu jahat yang menyebut diri mereka 'Pure Ones'. Mereka dibawa ke sebuah tempat menyeramkan, dimana banyak burung hantu muda lainnya dihipnotis agar mau menjadi budak penguasa disana. Dengan bantuan dari Grimble (Hugo Weaving), Soren dan teman barunya Gylfie (Emily Barclay) berhasil kabur dan menuju ke Ga'Hoole. Konon Ga'Hoole merupakan sebuah tempat berkumpulnya para burung hantu baik, 'The Guardians'. Soren sudah sering mendengar cerita ini dan seakan terobsesi, namuan selama ini ia tidak tahu menahu tentang kenyataannya. Ia dan Gylfie pun lalu nekat terbang menuju Ga'Hoole, sedangkan Kludd lebih memilih menjadi prajurit bagi 'Pure Ones'. Di perjalanan, Soren dan Gylfie berkenalan dengan dua teman baru, Digger (Leigh Whannell) dan Twilight (Anthony LaPaglia). Mereka berempat berusaha menemukan Ga'Hoole guna menemui para penjaga disana dan meminta bantuan.

Seperti yang sudah saya bilang diatas bahwa faktor 3D merupakan faktor utama yang disuguhkan film animasi ini. Jalan ceritanya terbilang lumayan, namun tidak terlalu istimewa. Unsur komedi tidak terlalu terasa, demikian juga adegan pertempuran yang ada. Semua biasa-biasa saja. Namun, semua itu tertolong dengan adanya teknologi 3D yang baik disini. Adegan pertempuran dan beberapa adegan slow-motion terasa begitu indah dan 'eye-popping'. Latar belakang serta suasana pemandangan dalam film ini pun terlihat nyata dan sedap ditonton dibalik kacamata 3D. Penggambaran karakter-karakter burung hantu disini juga terbilang lucu dan mudah disukai penonton. Saran saya, jika ingin menonton film ini pilihlah yang versi 3D. Setidaknya anda bisa menikmati sensasi 3D yang ada. Namun, karena tahun 2010 ini banyak didominasi oleh film-film animasi dengan kualitas diatas rata-rata, tampaknya film animasi burung hantu Ga'Hoole ini tidak akan terlalu membekas di ingatan penonton. :)





Saturday, July 3, 2010

REVIEW: DESPICABLE ME 3D



































"We are going to steal the MOON!"

Beruntung sekali saya bisa mendapatkan undangan untuk menyaksikan Despicable Me lebih dulu hari ini dalam versi 3D. Animasi ini memiliki 3D terbaik dibandingkan semua film 3D yang pernah saya saksikan, berdampingan dengan Avatar tentunya, bahkan mungkin 3D Despicable Me bisa saya katakan lebih terasa keluar dari layar, eye-popping sekali! Saya sangat menyarankan agar teman-teman menonton versi 3D film ini karena dijamin anda pasti akan puas dan tidak rugi mengeluarkan uang lebih untuk membeli tiket. Film ini adalah animasi pertama yang dibuat oleh Illumination Entertainment yang kemudian didistribusikan oleh Universal Pictures. Menurut saya Illumination berhasil membuat sebuah proyek pertama yang sangat sukses dalam segi cerita maupun teknologi 3D. Jadi tidak sabar untuk menanti proyek animasi mereka selanjutnya, Flanimals dan Hop pada tahun 2011 mendatang. Apa suatu hari nanti bisa menyaingi animasi-animasi buatan 'raksasa' Pixar? We'll see.. Pixar memang masih lebih unggul dalam segi cerita, tapi Illumination tentu sudah punya spesialisasi sendiri yaitu racikan 3D terbaru milik mereka.

Despicable Me dibuka dengan adegan piramid yang telah dicuri oleh seseorang. Media bertanya-tanya siapakah pencuri hebat tersebut? Di tempat lain, Gru (Steve Carrell) adalah seorang pencuri yang telah berhasil mencuri beberapa barang penting seperti layar besar di New York, patung Liberty dan menara Eiffel. Namun bukan ia lah yang mencuri piramid tersebut, melainkan Vector (Jason Segel). Gru dan Vector menjadi saingan ketika ternyata Vector mengganggu misi besar Gru yaitu mencuri bulan! Gru tidak sendirian, ia dibantu oleh segerombolan makluk kuning bernama Minions dan Dr.Nefario (Russell Brand) yang jago membuat robot. Gru juga memanfaatkan tiga orang gadis kecil penjual kue dari panti asuhan untuk melancarkan misinya. Ia pun berpura-pura ke panti asuhan dan meminta izin dari Miss Hattie (Kristen Wiig) agar bisa mengadopsi Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher). Akan tetapi siapa sangka kalau ketiga anak adopsinya itu malah merubah hidup Gru dari yang tadinya suram menjadi lebih berwarna.

Cerita Despicable Me menurut saya memiliki sebuah cerita yang simple tapi menarik, sehingga bisa diterima segala umur, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Banyak lelucon konyol yang mengocok perut dari awal hingga akhir film. Mulai dari bentuk karakter yang aneh dengan kepala kecil, hidung tajam, dagu panjang, badan besar, kaki kecil, sampai pada para Minions yang sungguh imut dan membuat saya jatuh hati. Bentuk dan suara Minions betul-betul lucu sekali! Karakter Vector yang nerdie juga sangat konyol menurut saya, dengan senjata-senjata andalannya yang tidak kalah konyol, Vector berhasil membuat saya terbahak-bahak di setiap kemunculannya. Agnes dengan wajah, rambut, dan suara yang imut juga dijamin akan membuat penonton langsung menyukainya. Meskipun didukung tiga pengisi suara yang semuanya adalah aktor komedi terkenal Hollywood, namun entah mungkin karena judul yang tidak terlalu menjual atau karakter kartun yang belum dikenal, film ini kurang ditunggu-tunggu oleh para penikmat film. Tapi ini adalah tugas saya untuk meyakinkan para pembaca blog agar mau menonton Despicable Me, ini adalah sebuah contoh animasi 3D yang sangat baik.

Sepertinya tahun 2010 adalah tahunnya animasi. Banyak sekali animasi bagus yang bermunculan sejak awal tahun. Ada tiga judul yang sudah lebih dulu masuk ke daftar 10 besar film favorit saya sampai saat ini adalah How To Train Your Dragon dan Toy Story 3, sekarang giliran Despicable Me yang melesat masuk ke dalam daftar tersebut. Sejauh ini dari 10 film terbaik pilihan saya sudah ada 3 animasi, entah apa akan bertahan sampai akhir tahun. Tapi itu adalah pertanda kalau Despicable Me adalah sebuah animasi yang recommended to watch, especially in 3D. Satu lagi pesan penting dari saya, jangan buru-buru keluar begitu film usai, tunggu saja sampai benar-benar habis. Karena selagi end credit muncul akan ada kejutan-kejutan yang luar biasa eye-popping dari para Minions, seru sekali! Pokoknya menonton film ini anda akan merasa seperti menaiki roller-coaster yang naik turun karena sangking serunya dengan 3D yang ditampilkan. :)





Tuesday, March 30, 2010

REVIEW: HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 3D




































"The front runner for the best animated film of the year."

Sepuluh tahun terakhir ini era animasi memang sedang dalam masa keemasannya, sebut saja animasi favorit banyak orang seperti Wall-E, Up, Finding Nemo, Ice Age, Shrek, Monster's Inc, Kung Fu Panda, dan judul yang lainnya. Kali ini giliran How To Train Your Dragon, sebuah animasi terbaru dari DreamWorks Animation yang akan masuk kedalam list favorit itu. Menurut saya pribadi, ini adalah animasi 3D terbaik yang pernah saya tonton sejauh ini. Tadinya saya skeptis dengan film ini, saat menonton trailernya pun saya kurang tertarik. Buktinya, saya sedikit terlambat dalam mereview filmnya disini. Ternyata saya salah, film ini bagus dan wajib anda tonton. Aspek 3D dalam film ini sangat indah dan terasa, didukung juga dengan jalan cerita yang bagus, gambar animasi yang menarik, komedi yang berhasil membuat penonton tertawa dan sebuah pesan baik yang tersimpan didalamnya.

Bercerita tentang Hiccup (Jay Baruchel) yang mempunyai mimpi untuk membunuh naga. Hal ini wajar saja, karena bangsa Viking memang dikenal karena keahliannya memburu naga-naga yang suka mencuri makanan dari desa mereka. Ayah Hiccup, Stoik (Gerard Butler) adalah kepala pembunuh naga yang paling ahli dan terpandang. Akan tetapi sang ayah selalu tidak menanggapi keinginan anaknya tersebut, Stoik selalu mempermasalahkan fisik Hiccup yang kecil dan kurus, padahal pria Viking lainnya bertubuh tegap dan kekar. Hiccup pun semakin menumbuhkan keinginannya itu, karena menurutnya dengan membunuh naga ia akan mendapatkan banyak teman dan juga seorang kekasih. Hiccup tidak tinggal diam, suatu hari ia berusaha untuk memburu naga dan secara tidak sengaja menembak seekor naga yang sedang terbang. Kebetulan naga tersebut adalah Night Fury, seekor naga misterius yang konon paling ditakuti oleh bangsa Viking.

Two tumbs up untuk DreamWorks Animation karena telah berhasil membawa animasi 3D selangkah lebih depan dibanding pesaingnya yang lain. Gambar How To Train Your Dragon sangat indah disaksikan dibalik kacamata 3D, terlihat begitu real dan eye-candy. Tidak hanya dari segi 3D yang mampu dibanggakan, cerita film ini pun sangat manis dan menarik untuk ditonton. Apalagi sang naga pemeran utama bentuknya juga lucu sekali, sekilas kalau dilihat mirip dengan tokoh Stitch dalam animasi Lilo & Stitch. Hehe.. Saya tidak berekspektasi tinggi pada saat menyaksikan film ini, maka saya sangat puas dengan hasil yang disajikan. Bahkan saya akan memasukkan film ini kedalam daftar animasi favorit saya. Durasi yang tidak terlalu panjang menurut saya juga menjadi salah satu faktor keberhasilan film ini, karena ceritanya jadi terasa pas dan tidak bertele-tele. The best 3D animation I've seen so far! :)





Monday, November 23, 2009

REVIEW: A CHRISTMAS CAROL 3D





































"Not quite a Disney Story, dark for young children"

Ga berasa Natal sebentar lagi, so yaa ga mungkin dong kalau saya melewatkan A Christmas Carol. Berharap banget setelah nonton film ini saya bisa merasakan suasana natal yang lebih awal. Dan ternyata saya salah, film ini malah cenderung ke 'dark animation' yang kalau untuk ditonton anak-anak pasti terasa sedikit seram. Saya sendiri belum pernah membaca novel karya Charles Dickens sebelumnya, juga belum pernah menonton A Christmas Carol versi yang lebih terdahulu. Jadi, saya kurang tau juga bagaiman komentar para fans setia Christmas Carol. Bercerita tentang seorang kakek bernama Ebenezer Scrooge (Jim Carrey) yang sangat kikir, sang kakek juga tidak percaya dengan keindahan hari Natal. Baginya merayakan hari Natal sama saja dengan menghabiskan waktu dan uang secara sia-sia. Lalu pada malam Natal, ia kedatangan hantu Marley (Gary Oldman) yang sesama hidup dulu adalah teman baik Scrooge. Marley lalu memberitahukan Scrooge bagaiman menderitanya ia setelah kematian karena selama hidup selalu tamak dan tidak pernah berbuat baik. Lalu ia pun mengirimkan tiga hantu kepada Scrooge yaitu hantu Natal masa lalu, hantu Natal sekarang, dan hantu Natal akan datang. Di setiap waktunya bersama masing-masing hantu tersebut Scrooge lalu menemukan arti Natal yang sesungguhnya. Sebuah pelajaran luar biasa untuk merubah diri ke arah yang lebih baik. Film ini menurut saya membosankan dan tidak seru. Yang bisa dibanggakan dalam film ini hanyalah 'nilai' baik dalam hidup yang patut kita tiru. Selebihnya biasa saja. Namun, saya menyarankan anda untuk menonton versi 3D, saya menyesal tidak menonton versi 3D-nya kemarin. Karena pasti akan seru, dari awal sampai akhir banyak salju dimana-mana lalu adegan terbang dengan tempo cepat, which is akan terlihat keren sekali di 3D. Dari cerita biasa saja, tapi very recommended for the 3D version. Just enjoy the ride, quite good to start your christmas though.. :)